BELAJAR BETERNAK AYAM PETELUR

Sejak dahulu ayam merupakan peliharaan yang selalu ada khususnya di pedesaan. Bisa dilihat dari sebagian masyarakat pedesaan hampir 75 % pasti memelihara ayam. Adapun jenis ayam yang banyak di pelihara adalah ayam petelur. Mengapa ayam petelur menjadi peliharaan favorit masyarakat ? Jawabannya adalah ayam petelur adalah jenis ayam yang mudah di pelihara dan menguntungkan, khususnya hasil dari telur maupun dagingnya. Sehingga ayam petelur jenis ayam kampung ini merupakan suatu peluang usaha yang bisa di jalankan dengan modal yang kecil.


Dalam pengelolaan usaha ayam petelur, setiap peternak dituntut senantiasa harus mendapatkan hasil produksi yang optimal dengan azas usaha yang efisien dan produktif. Efisien berarti selalu menghindari pemborosan, sedangkan produktif berarti selalu menginginkan hasil produksi yang sangat tinggi sehingga usaha yang dibangun menjadi menguntungkan, baik dari segi waktu, tenaga serta nilai ekonomis. Didalam dunia usaha pedoman efisien dan produktif menjadi salah satu titik acuan untuk mendapatkan keuntungan. 

Yang harus benar- benar diperhatikan adalah ketika kita akan membuka sebuah usaha peternakan ayam petelur adalah masalah pembibitan, kandang, pakan dan pemberantasan penyakitnya. Ke empat aspek tersebut sangat penting dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak bisa di pisahkan. Apabila salah satu dari keempat aspek tersebut diabaikan, maka dampaknya akan memperlambat pada kelangsungan proses produksi, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian usaha peternakan. 


Pada dasarnya yang mempengaruhi produksi telur dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu faktor luar ( eksternal ) dan faktor internal ( dalam ). Adapun faktor - faktor tersebut dapat di gambarkan sebagai berikut :

Faktor Luar ( eksternal )
  1. Faktor makanan
  2. Faktor rontok bulu
  3. Faktor suhu
  4. Faktor kandang
  5. Faktor kegaduhan
  6. Faktor penyakit
Faktor Dalam ( internal ) 

Faktor internal merupakan faktor genetik atau keturunan yang sulit diatasi. Pada umumnya bibit yang baik tentu akan menghasilkan keturunan yang baik pula. Sebaliknya bibit yang jelek akan menghasilkan produksi yang rendah. Perlu diketahui bahwa kekuatan ayam untuk mencapai produksi yang tinggi merupakan sifat yang diturunkan. Sedangkan pakan maupun tatalaksana hanya sekedar pelengkap atau pendorong kemampuan untuk menghasilkan telur. Maka harus ada kombinasi antara bibit yang bagus dan tatalaksana pemeliharaan yang cermat, sehingga nantinya akan menghasilkan produksi telur yang maksimal dan sesuai yang diharapkan.

Mengelola usaha peternakan ayam petelur lebih sulit bila dibandingkan dengan mengelola ayam pedaging. Selain waktu pemeliharaan ayam lebih lama, faktor pengelolaan peternakan juga mempunyai pengaruh yang sangat besar. Kesalahan kecil saja dalam pengelolaan peternakan akan berdampak pada produktifitas telur. Ayam petelur dipelihara dengan tujuan untuk di ambil telurnya hingga mencapai umur afkir atau sekitar 72 minggu. Masa produktif dimulai sejak ayam berusia 16 - 22 minggu. Dibandingkan dengan ayam pedaging yang siap bisa dijual pada usia 5 - 6 minggu. Hal tersebut berarti ayam petelur lebih lama menghasilkan dibanding dengan ayam pedaging. 

No comments:

Post a Comment

PROTEKSI

TERJEMAHKAN BAHASA

Powered By Blogger

Histats

SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MEMBACA ....... TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA, SEMOGA BERMANFAAT